Menuai Untung dari Bangkai Mobil

Depok

Keberadaan bangkai mobil rongsok terkadang tidak dihiraukan oleh sebagian orang. Biasanya pemilik akan menjual dengan nominal angka di bawah pasaran. Ternyata celah tersebut bisa dimanfaatkan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Salah satu tempat bermarkasnya para pelaku usaha mobil rongsokan berada di Jl. Parung Raya No. 120, Bojongsari, Depok. Mereka berasal dari daerah yang sama yakni, Madura.

Dalam pantauan ada sekitar ratusan mobil rongsokan, mulai dari yang dijual secara utuh hingga mobil bekas kecelakaan. Pada umumnya mereka akan mengambil beberapa komponen yang masih bisa digunakan untuk dijual kembali guna mendapatkan keuntungan yang besar.

Menuai Untung dari Bangkai MobilFoto: Ridwan Arifin

“Saya sudah jarang jual mobil utuh, biasanya cuma komponen mobil, kalau ada yang mesan baru kita potong,” ucap Kholik, pria yang sudah menggeluti mobil rongsok di wilayah Bojongsari, Depok sejak tahun 1998.

Ia mengungkapkan dalam sebulan bisa meraup untung jutaan rupiah dari bisnis mobil rongsok yang jarang digeluti orang lain ini. “Kalau bicara untung kita naik turun lah, minimal satu mobil itu bisa dapat 500 ribu kalau jual utuh, kalau sudah dipotong bisa lebih, satu mobil sampailah Rp 2 juta, tapi ya itu ndak pasti begitu terus,” ucap Kholik kepada detikOto.

Soal harga komponen tidak ada patokan harga, bervariasi tergantung kondisi barangnya. Ia mencontohkan salah satu bagian seperti kompresor Ford Fiesta kalau kondisi bagus bisa dijual di angka Rp 750 ribu.

“Kalau pintar menawar bisa kurang lah,” katanya.

Rata-rata para pelaku mobil rongsok membeli barang dengan harga yang sangat miring. Seperti Rossi, baru saja memboyong Toyota Kijang yang sudah dialihfungsikan menjadi odong-odong. “Toyota ini saya ambil ndak sampai Rp 10 Juta, kalau Mazda R tahun 1991 di sana cuman Rp 4 juta,” tutur Rossi.

Menuai Untung dari Bangkai MobilFoto: Ridwan Arifin

Berbeda dengan Kholik, Rossi akan menjual utuh mobil bila ada yang berminat. “Saya akan jual kalau ada yang minat, kalau dipotong-potong nanti kalau ada yang pesan, memang untung lebih banyak jual komponen satu per satu, tapi bila modal sudah balik sekitar Rp 1,5 Juta, bisa juga kita potong buat dikiloin,” katanya kepada detikOto.

Dalam kesempatan yang sama, Rossi juga mengungkapkan keuntungan dalam berbisnis mobil rongsok tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia bahkan harus terkena sambaran api saat memotong bagian tangki bensin.

“Namanya pekerjaan ada risikonya, ini kaki saya tersambar api saat ngelas mobil itu,” ungkapnya. (rgr/lth)