Penghentian Rekrutmen CPNS di Sulteng Tunggu Verifikasi

JawaPos.com – Pemerintah belum memberikan kepastian soal penghentian pelaksanaan CPNS 2018 di Sulawesi Tengah (Sulteng). Hingga kini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dan Polri masih melengkapi data lapangan terkait CPNS 2018 di provinsi yang baru saja dilanda gempa dan tsunami itu.

“Tim Menpan RB dan Kepolisian akan memverifikasi ke lapangan dalam 1-2 hari ke depan apakah kondisi Pemprov Sulteng, Pemko Palu, Pemkab Donggala, Pemkab Sigi, dan Pemkab Parigi Moutong memungkinkan dilaksanakan seleksi CPNS,” ujar Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan kepada JawaPos.com, Rabu (3/10).

Diketahui BKN merupakan pelaksana atas seleksi CPNS 2018 yang dilangsungkan secara online. Untuk itu pihaknya tidak ingin memaksakan pelaksanaan seleksi CPNS, jika wilayah itu belum siap. “Jika tidak dimungkinkan, akan diambil keputusan segera,” tandasnya.

Penghentian Rekrutmen CPNS di Sulteng Tunggu VerifikasiTim SAR ketika melakukan pencarian dan evakuasi korban gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala, Sulteng. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)

Sebelumnya, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono menyatakan pemerintah berencana menghentikan sementara proses rekrutmen CPNS 2018 di provinsi Sulawesi Tengah. Pasalnya, bencana gempa dan tsunami telah melumpuhkan Kota Palu dan Donggala.

“Rekrutmen CPNS di Sulteng dihentikan sementara. Ini hasil koordinasi dengan MenPAN-RB,” kata Sumarsono saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (1/10).

Sebagai informasi, sejak 26 September 2018 pemerintah membuka lowongan formasi CPNS secara serentak di seluruh Indonesia. Kuota total formasi yang tersedia yang bakal diperebutkan calon abdi negara itu berjumlah 238.015 yang terdiri dari 51.271 instansi pusat yang terdiri atas 76 kementerian/lembaga. Sisanya, 186.744 slot CPNS ada di 525 instansi daerah.

(yes/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.