Ada Potensi Kekerasan Seksual Anak, Menteri PPPA: Jangan Takut Lapor

JawaPos.com – Berbagai perasaan khawatir muncul di antara para korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Salah satunya, terkait potensi kekerasan seksual yang dapat terjadi terhadap perempuan dan anak-anak.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise ketika mengunjungi pengungsi di Palu, Kamis (11/10). Dia menegaskan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi tersebut.

“Pada saat situasi pascabencana alam seperti ini memang kita berjuang dengan berbagai keterbatasan. Namun para perempuan dan anak-anakku di sini harus waspada agar terhindar dari kekerasan yang mungkin akan terjadi. Jangan takut untuk melapor kepada pihak-pihak yang melindungi di sini,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com.

Ada Potensi Kekerasan Seksual Anak, Menteri PPPA: Jangan Takut LaporMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengunjungi pengungsi di Palu, Sulawesi Tengah. (Humas Kementerian PPPA)

Atas dasar itu, pemerintah daerah diminta melakukan pendataan dengan cermat agar anak-anak bisa kembali kepada orang tuanya. Dengan demikian, kemungkinan kekerasan seksual dapat berkurang.

“Banyak anak yang terpisah dari orang tuanya, saya meminta kepada seluruh pihak yang terlibat untuk mendata dan mengusahakan menemukan keluarganya, minimal keluarga besarnya,” tegas dia.

Selain kekerasan seksual, seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam proses pemulihan masyarakat serta daerah Palu dan Donggala juga diminta melindungi perempuan dan anak dari ancaman perdagangan orang atau adopsi ilegal.

“Anak-anak ini jangan sampai dibawa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Yohana.

Sebagai bentuk penanganan kedua masalah tersebut, KemenPPPA akan membangun pos ramah perempuan dan anak yang diharapkan dapat berguna untuk mencegah dan mengurangi potensi kekerasan baik fisik, psikis dan seksual, serta perdagangan orang terhadap perempuan dan anak.

Dalam kesempatan kunjungannya, Yohana juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas PPPA Sulawesi Tengah yang telah membantu dalam koordinasi, Forum Anak, para relawan psikolog yang telah membantu dalam proses Recreasional Therapy kepada para pengungsi serta seluruh pihak yang sudah turut membantu meringkankan beban para penyintas.

KemenPPPA juga memberikan sejumlah bantuan spesifik perempuan dan anak seperti perlengkapan bayi, buku cerita, krayon, pembalut wanita, masker dan lainnya. Sebelumnya, bantuan serupa juga sudah diberikan kepada pengungsi yang berada di kota makassar.

“Saya sangat bersedih atas bencana yang melanda kita saat ini. Tapi kita tidak boleh patah semangat. Kita tetap harus berjuang untuk mempertahankan kehidupan kita ke depan,” pungkasnya.

(yes/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.