PLBN Skouw Makin Megah, Warga Kini Berdagang Emas di Kawasan Perbatasan

Liputan6.com, Jakarta – Dalam membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga turut mengembangkan pasar guna menumbuhkan pusat perekonomian baru di kawasan terluar Indonesia.

Seperti pembangunan PLBN Skouw di Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, yang kini telah rampung dikerjakan. 

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan pengembangan kawasan perbatasan Skouw merupakan janji dan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menjadikan PLBN sebagai pintu gerbang serta embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

Bahkan, ia menambahkan, emas juga sudah mulai diperjualbelikan di kawasan perbatasan tersebut. “Di Skouw itu perdagangan di sana sekarang emas, bukan hanya chiki,” ujar dia disambut gelak tawa saat memberi paparan di acara 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Beberapa fasilitas lain turut dibangun di PLBN Skouw, antara lain rumah dinas pegawai, Wisma Indonesia, Gedung Serbaguna, Pasar Perbatasan, hingga fasilitas umum seperti rest area, ATM center, masjid, dan gereja.

Selain di Skouw, selama empat tahun terakhir Kementerian PUPR telah membangun enam pos perbatasan lain. Antara lain, PLBN Wini, Motaain dan Motamasin di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta PLBN Aruk, Nanga Badau dan Entikong di Kalimantan Barat.

Tak hanya itu, infrastruktur pasar pun turut dikembangkan di wilayah tersebut meski belum seutuhnya rampung. Seperti di PLBN Entikong, yang kemajuannya kini mencapai 55,93 persen dan ditargetkan selesai 2019.

Lalu pasar di PLBN Nanga Badau, yang pembangunannya menghabiskan biaya Rp 167,1 miliar dengan pengerjaan mencapai 75,3 persen. Selanjutnya pasar di PLBN Aruk, yang hampir rampung dengan kemajuan 94,26 persen.

Begitu juga pasar di dua PLBN lain yang progresnya mendekati tahap final. Pasar PLBN Wini sekarang mencapai 92,12 persen, sedangkan pasar PLBN Motaain telah menyentuh progres 86,76 persen.

Sejauh ini, baru pasar PLBN Motaain yang telah selesai dikerjakan. Pasar ini dibangun di atas lahan seluas 6.729 meter persegi dengan menghabiskan anggaran Rp 228,9 miliar.