Menhub Turunkan Tarif LRT Palembang

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berupaya meningkatkan minat masyarakat menggunakan Light Rail Transit (LRT) Palembang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan ada tiga hal yang akan dilakukan agar LRT semakin menjadi pilihan masyarakat Palembang.

Ketiga hal tersebut adalah menurunkan tarif LRT, memberikan feeder dan menambah jam operasional LRT.

“Untuk meningkatkan efektivitas dari LRT, beberapa hal yang saya putuskan adalah satu menurunkan tarif LRT. Misalnya dari Rp 10 ribu menjadi Rp 7 ribu,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (28/10/2018).

Kemudian, Kemenhub juga memastikan feeder khususnya Jakabaring-Unsri (Universitas Sriwijaya) dengan suatu headway (selisih waktu antar kedatangan kereta) yang lebih pendek. Sehingga memungkinkan penumpang LRT khususnya, mahasiswa dari beberapa tempat bisa mencapai itu.

‎”Yang ketiga menambah jam operasional. Sekarang jam operasional berlaku dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, nantinya akan coba diberlakukan dari jam 5 pagi sampai jam 9 malam,” kata dia.

Dia menjelaskan, penurunan tarif tersebut terjadi karena adanya pemberlakuan tiket integrasi antara LRT dengan dengan moda lainnya seperti Damri dan Transmusi.

Dengan demikian, penumpang dapat menaiki damri, transmusi dan LRT hanya dengan satu tiket saja. Penerapan tiket integrasi akan diujicobakan mulai awal November hingga Desember tahun ini.