BKN: 90,95 Persen Kekosongan Formasi CPNS Terjadi di Wilayah Timur

JawaPos.com – Penilaian tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang ditempuh oleh para peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 dibagi menjadi tiga zona, yakni timur, tengah, dan barat. Meski demikian, ketiga zonasi memiliki ambang batas atau passing grade yang sama.

Pemerintah telah mengumumkan, dari 60 persen data yang sudah masuk dari hasil SKD, hanya 10 persen peserta yang lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB).

“Kami warning kepada Panselnas, kami sampaikan ini loh kondisi sekarang sangat menghawatirkan. Kenapa? Karena kelulusan yang diharapkan atau orang-orang yang memenuhi passing grade sangat rendah sekali,” ujar Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Iwan Hermanto dalam konferensi pers yang digelar di kantor KemenPAN-RB, Senin (12/11).

Dia menuturkan, angka kelulusan yang rendah dapat mengakibatkan kekosongan formasi, terutama di pemerintah daerah. Bahkan, di wilayah timur, tercatat sebanyak lebih dari 90 persen formasi yang kosong.

“Di timur yang kosong formasinya 90,95 persen. Wilayah tengah 72,69 persen. Wilayah barat 58,47 persen. Kemudian, kementerian/lembaga di pusat yang kosong 12,9 persen,” paparnya.

Iwan pun mengimbau agar Panselnas segera membuat kebijakan baru untuk mengatur hal tersebut. Sayangnya, mereka belum bisa memutuskan skema apa yang akan diterapkan.

“Panselnas kita kasih saja early warning system. Siapkan justifikasi terhadap permasalahan ini. Belum kita dapatkan, teman-teman (Panselnas) juga belum berani ambil simpulan sebelum semua data masuk,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Panselnas mempertimbangkan dua skema atau kebijakan baru, antara lain penurunan passing grade dan penggunaan sistem ranking untuk mengantisipasi kekosongan formasi CPNS 2018.

“Apakah nanti passing grade akan diturunkan apakah dengan perankingan, ini sedang dicarikan jalan terbaik,” kata Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Setiawan Wangsaatmadja pada kesempatan yang sama.

(yes/JPC)