Ketika UAS Jawab Kegalauan Syahrini tentang Calon Suami

JawaPos.com – Artis Syahrini berkesempatan hadir dalam sebuah ceramah Ustad Abdul Somad (UAS). Ketika mendapat kesempatan bertanya, pelantun lagu Sesuatu itu curhat atas kehidupan pribadinya kepada dai kondang tersebut.

Kisah Syahrini ini sendiri terekam dalam sebuah tayangan yang diunggah oleh Tafaqquh Video sebagai saluran resmi ceramah UAS di YouTube. Tayangan ini pertama disebarkan di media sosial pada 20 November lalu.

Kisah Syahrini ini sendiri terekam dalam sebuah tayangan yang diunggah oleh Tafaqquh Video sebagai saluran resmi ceramah UAS di YouTube. (Tafaqquh video)

Mengawali pertanyaannya, artis yang terkenal dengan jambul katulistiwa itu meminta kepada UAS agar didoakan supaya istiqomah dalam menjalankan ajaran Islam. Terutama terkait dengan penggunaan hijab.

“Kemudian Pak Ustad, pertanyaan terpenting adalah, kan saya bercita-cita menikah, ini serius Pak Ustad, tiba-tiba misalkan calon saya ini tidak menyetujui saya menutup aurat. Karena pemahamannya, saya belum cukup ilmu untuk calon istri saya menutup auratnya atau untuk berhijab. Bagaimana cara saya menyampaikan kepada orang tersebut bahwa seorang muslim memang wajib menutup aurat?” tanya Syahrini.

Pertanyaan Syahrini lantas memancing gelak tawa para jamaah yang hadir. Tapi, ia tetap memastikan bahwa pertanyaannya kepada UAS itu serius.

UAS lantas menjawab dengan tegas. Pertama dia menjelaskan bahwa ada beberapa jenis amal. Yaitu amal pokok yang hukumnya wajib, amal tunjangan atau amal pendukung, dan ada pula amal bonus.

Ustad lulusan Al Azhar Kairo, Mesir itu menyebut bahwa berhijab masuk dalam kategori amal pokok. Amal yang tidak boleh ditinggalkan. Sebab jika amal pokok ditinggalkan, maka tidak mungkin meraih amal tunjangan dan amal bonus.

“Hai kalian perempuan punya calon suami pahamkan dia soal amal pokok. Laki-laki punya calon istri pahamkan dia amal pokok, amal tunjangan, amal bonus. Baru dia ngerti,” jawab UAS.

Namun, dai asal Riau itu tak langsung menyuruh Syahrini meninggalkan calon suaminya yang tidak mendukungnya berhijab. UAS mendorong Syahrini memberikan pemahaman kepada calon suaminya itu.

Namun, jika usaha tersebut sudah dijalankan, tetapi pendirian si calon suami tidak berubah,, maka tidak salah ketika Syahrini memutuskan mencari pria lain.

“Jadi, kalau gitu di-delete aja, Pak Ustad? Jangan. Doakan dulu dapat hidayah, kasih waktu 40 hari, atau 3 bulan atau tri semester. Kalau ada perubahan kita terima dengan bismillah. Kalau tidak, bunga bukan setangkai, kumbang bukan seekor,” pungkas UAS.

(sat/JPC)